BERITA NU KARANGANYAR
Jumat sore (9/03), Wakil Bupati Karanganyar Paryono SH, MH, mengadakan silaturahmi dengan segenap Pengurus NU Karanganyar di kediamannya Berjo, Ngargoyoso.
Tampak hadir, Ketua NU Karanganyar Mukti Ali, S.Ag beserta
40 jajarannya. Pengurus badan otonom NU Karanganyar juga tampak hadir, baik dari Muslimat, Ansor, Fatayat, dan IPNU. Hanya dari unsur IPPNU yang tidak tampak hadir.
Di kawasan wisata Candi Sukuh itu, Paryono menyampaikan apresiasi terhadap kiprah sosial keagamaan NU. “90 % pengajian di Karanganyar didominasi oleh NU.” Puji Paryono yang disambut tepuk tangan pengurus NU.
”Yang membanggakan, yang hadir selalu banyak, ribuan. Setiap ada pengajian akbar, selalu ada Banser NU.”
Paryono mengungkapkan komitmennya untuk memfasilitasi kepentingan NU.
“Kepentingan NU juga kepentingan kita, kepentingan masyarakat.” Ujarnya. Bahkan Paryono secara terbuka meminta kritik kepada sejumlah pengurus.
“Karena saya selalu hadir dalam pengajian-pengajian NU. Maka baiknya saya akan dilihat sebagai baiknya NU, namun buruknya saya juga akan dilihat sebagai buruknya NU.” ungkapnya diplomatis.
Tampak sejumlah pengurus NU antusias menyampaikan keluhannya kepada Paryono, terutama sejumlah lembaga pendidikan NU yang tersendat-sendat perijinannya dan tidak kebagian paket bantuan dari pemerintah.
Bahkan Hj. Lis, ketua Muslimat Karanganyar, mengeluhkan sedikitnya kader-kader NU yang duduk di birokrasi pemerintah. “Saya, satu-satunya kader NU, yang menjadi kepala sekolah SMA.” katanya.
Lain lagi, dengan Kiai Abdul Azis, pengurus NU dan ISKA (Ikatan Santri Karanganyar) ini, meminta rumah dinas Wakil Bupati untuk menjadi tempat pertemuan ISKA.
“Silahkan diagendakan suratnya, nanti kami sediakan sepantasnya.” jawab Paryono. “Rumah dinas terbuka, termasuk untuk kegiatan-kegiatan NU.”http://mp3pituturluhur.blogspot.com/
Di kawasan wisata Candi Sukuh itu, Paryono menyampaikan apresiasi terhadap kiprah sosial keagamaan NU. “90 % pengajian di Karanganyar didominasi oleh NU.” Puji Paryono yang disambut tepuk tangan pengurus NU.
”Yang membanggakan, yang hadir selalu banyak, ribuan. Setiap ada pengajian akbar, selalu ada Banser NU.”
Paryono mengungkapkan komitmennya untuk memfasilitasi kepentingan NU.
“Kepentingan NU juga kepentingan kita, kepentingan masyarakat.” Ujarnya. Bahkan Paryono secara terbuka meminta kritik kepada sejumlah pengurus.
“Karena saya selalu hadir dalam pengajian-pengajian NU. Maka baiknya saya akan dilihat sebagai baiknya NU, namun buruknya saya juga akan dilihat sebagai buruknya NU.” ungkapnya diplomatis.
Tampak sejumlah pengurus NU antusias menyampaikan keluhannya kepada Paryono, terutama sejumlah lembaga pendidikan NU yang tersendat-sendat perijinannya dan tidak kebagian paket bantuan dari pemerintah.
Bahkan Hj. Lis, ketua Muslimat Karanganyar, mengeluhkan sedikitnya kader-kader NU yang duduk di birokrasi pemerintah. “Saya, satu-satunya kader NU, yang menjadi kepala sekolah SMA.” katanya.
Lain lagi, dengan Kiai Abdul Azis, pengurus NU dan ISKA (Ikatan Santri Karanganyar) ini, meminta rumah dinas Wakil Bupati untuk menjadi tempat pertemuan ISKA.
“Silahkan diagendakan suratnya, nanti kami sediakan sepantasnya.” jawab Paryono. “Rumah dinas terbuka, termasuk untuk kegiatan-kegiatan NU.”http://mp3pituturluhur.blogspot.com/








0 comments:
Post a Comment