DAPATKAN! Buku Pitutur Luhur (Rp.5.000) dan CD MP3 Pitutur Luhur oleh Ustadz Parsono Agus Waluyo ( Karangpandan, Solo - Indonesia

Tuesday, 4 September 2012

IPNU KARANGPANDAN.......

IPNU KARANGPANDAN....... 




KH Muh Adnan, ketua PWNU Jawa Tengah menghadiri pelantikan PAC IPNU-IPPNU Ngargoyoso dan Karangpandan, Sabtu malam (17/03) di Masjid Al-Fattah, Desa Puntukrejo. 

Dalam kesempatan tersebut, ia meminta agar kader-k

ader IPNU-IPPNU turut menjaga warga NU dari pengaruh gerakan non aswaja

“Jika ada janda Muslimat, maka itu menjadi tanggung jawab pengurus NU, terutama para syuriyah,” ujar Kiai Adnan, yang disambut tawa jamaah yang hadir dalam Pengajian Akbar bertema ‘Membentuk Kader Militan, Kuat Aqidah dan Jam’iyyah’.

Kiai Adnan mengingatkan kader IPNU untuk menjadikan kader IPPNU sebagai pilihan pertama. Demikian juga kader Fatayat, harus menjadi pilihan utama kader Ansor dan Banser. Kiai Adnan menyebutnya sebagai salah satu pengertian ukhuwah Nahdliyyah. “Saya berani bilang seperti ini, karena istri saya, (dulu) juga aktivis IPPNU.”

Ngargoyoso dan Karangpandan adalah dua buah kecamatan yang berada di Kawasan Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar. Kedua kecamatan ini, berbatasan langsung dengan Kecamatan Tawangmangu yang terkenal dengan Air Terjun Grojogan Sewu.

Namun, beberapa saat yang lalu dihebohkan dengan dua sekolah yang menolak memberi hormat kepada bendera Merah Putih. Memang, beberapa lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan gerakan wahabi mulai marak pasca reformasi, di wilayah Gunung Lawu ini.

“Acara sekelas pelantikan PAC IPNU-IPPNU saja, tidak lupa dengan lambang negara, Garuda.” Kiai Adnan mengingatkan. “Nanti mereka yang mengharamkan tahlilan, jika sudah besar, akan mengharamkan Pancasila. Indikasinya jelas, dengan mulai melarang Indonesia Raya.”

Dalam acara sambutan sebelumnya, Kepala Desa Puntukrejo, secara terbuka mengaku sebagai warga NU, dan menyebut yang di luar NU, sebagai Islam baru. “Islam-Islam baru mengharamkan tahlilan.

Saya dulu, mantan pengurus MWC” kata Sugito Pernyataan terbuka ini disambut dengan pernyataan camat Ngargoyoso yang tidak mau kalah mengaku warga NU.

“Jangan khawatir, saya akan ikut dengan ormas selain NU” tegasnya. “Saya akan bantu sekuat tenaga untuk pengadaan seragam adik-adik IPNU-IPPNU,” janji Camat Sugiyarto, MM menanggapi permintaan ketua panitia yang memberikan sambutan pertama.

M Marjuni, mantan Ketua IPNU Karanganyar 2007-2009, yang didaulat sebagai Ketua Panitia menyayangkan alokasi anggaran pemerintah untuk anak-anak nakal terkadang lebih besar dibandingkan untuk mengurusi ormas pelajar, seperti IPNU dan IPPNU.

Dalam acara ini, ditampilkan Hadrah Modern IPNU-IPPNU Kecamatan Ngargoyoso dan Karangpandan. Acara ditutup dengan pengumuman, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, akan hadir di Kecamatan Ngargoyoso pada 1 April, menghadiri Pengajian Akbar yang digelar MWC NU Ngargoyoso.http://mp3pituturluhur.blogspot.com/

0 comments:

Post a Comment